Starting Over
Hari ini… cape banget
Rasanya seluruh tubuh akan hancur berkeping-keping. Padahal seharian kerjanya bengong, tidur, buka komputer dan terakhir ke pemasa.
Kurasa aku telah sekali lagi mencoba melewati batas kemampuanku. Aku terlalu keras kepala, tak hentinya mencobai diriku sendiri. Sampai manakah aku mampu bertahan?
Mungkin Tuhan sudah marah kali ya… karena aku selalu main-main sama tubuhku dan… rohaniku.
Hari ini benar-benar di ujung batas. Terasa banget diriku seperti bergantung pada seutas tali. Dan kapanpun tali itu akan putus.
Kenapa?
Padahal aku tahu hal ini g baik buatku. Tapi kenapa aku terus saja masih menguji, mencoba… sampai dimanakah aku bisa bertahan.
Apakah aku harus selalu merasa berada di jalan buntu, baru aku akan berbalik lagi?
Kenapa aku begitu bodoh?
Tapi hari ini aku berbalik. Karena aku tahu sudah tidak ada jalan lagi didepanku. Untuk pertama kalinya setelah sekian bulan aku kembali ke pemasa.
Sejujurnya, aku kangen… aku rindu sama suasana pemasa. aku lupa bagaimana kejadianya. Tapi satu demi satu hal terjadi sehingga aku g pemasa beberapa bulan ini. Rasanya kering. Rasanya berat untk berusaha bertahan sendiri tanpa ada teman-teman yang mendorong.
Memang sih… ada PD di kampus. Tapi sejujurnya, jika PD itu dibandingkan dengan Pemasa… yah….
Bukannya TuhanNya beda. Tidak, Tuhan tetap hadir di Pemasa maupun di PD. Tetapi yang beda adalah orang-orangnya. Ada sesuatu yang salah dengan PD di kampus. Kadang kala aku ingin mengungkapkanya pda mereka. Tapi aku sadar, aku tidak pada tempatnya untuk mengatakanya.Apalagi diriku sendiri juga dalam masa kacau. Bagaimana bisa aku mengatakannya?
Yup, beberapa bulan ini diriku benar-benar kacau. Padahal g kerasa sama sekali, rasanya segala berjalan begitu damai dan tenang, tapi ternyata diriku mulai membusuk dari dalam secara perlahan. Hingga akhirnya aku tersadar bahwa diriku benar-benar telah membusuk. Luarnya saja yang g.
Karena itu, akan kubuang kebusukan itu. Walaupun sekarang jadi kosong lagi, aku yakin, perlahan-lahan akan terisi kembali. Dan kali ini, dengan berbagai macam hal yang indah.
untuk orang-orang disekitarku yang terkena ‘dampak’nya aku benar-benar minta maaf. Mungkin menurutmu aku ini ‘palsu’. Maaf.